Tahukah anda tentang madu???

Jumat, 03 Juli 2009

Madu adalah bahan makanan yang bersifat basa dan asam. Bersifat basa karena mengandung kalium, natrium, kalsium, magnesium. Sedangkan yang bersifat asam mengandung sulfur, fosfor, dan klor. Jika keduanya tidak balance/ seimbang, maka akan menyebabkan gangguan fisiologis yang dapat menurunkan sistem kekebalan tubuh. Untuk menjaga keseimbangan asam-basa di dalam tubuh, kita perlu mengkonsumsi madu secara teratur.

Sejak dulu madu telah dikonsumsi oleh bangsa spanyol dan sampai sekarang masih dianggap penting untuk dikomsumsi karena memiliki nilai gizi yang tinggi. Madu juga dapat menyembuhkan berbagai penyakit, akan tetapi di Indonesia tingkat konsumsi madu masih rendah. Dibandingkan negara-negara asia lainnya, Jepang merupakan salah satu negara yang paling banyak mengkonsumsi madu, karena mereka mengkonsumsi rata-rata mencapai 200-300 gram per orang per tahun. Akan tetapi negara Swiss dan Jerman bahkan lebih tinggi, yaitu 800-1500 gram per orang per tahun.

Bagaimana dengan konsumsi madu di Indonesia? Boleh dikatakan masih rendah, karena madu yang kita konsumsi sekitar 10 gram per orang per tahun. Rendahnya konsumsi madu disebabkan oleh rendahnya pengetahuan tentang madu, dan kita menganggap madu hanya sebagai obat tradisional dan harganya pun relatif mahal.

Madu merupakan satu-satunya pemanis yang dapat disimpan dan digunakan sebagai produk alami dengan dua macam kandungan gula yang utama yaitu fruktosa dan glukosa. Jumlah keduanya mencapai 85-95% dari total karbohidrat yang terdapat pada madu. Satu bagian volume madu mempunyai tingkat kemanisan kira-kira 1,67 bagian gula pasir. Menurut Francis G. Smith, madu yang telah masak mengandung zat-zat fruktosa (41%) glukosa (35%) sukrosa (1,9%), dextrin (1,5%), mineral (0,2%), air (17%) dan zat zat lainnya.

Sedangkan vitamin yang terkandung di dalam madu antara lain adalah thiamin, riboflavin, biotin, asam askorbat, piridoksin, niasin dan asam pantotenat yang jumlahnya tergantung pada jenis dan kualitas madunya. Untuk kandungan protein dalam madu relatif kecil, rata-rata sekitar 2,6%. Asam-asam amino yang terdapat dalam protein madu adalah alanin, asparagin, argirin, asam glutamat, glisin, histidin, leusin, isoleusin, lisin, fenilalanin, serin, theorin, valin, sistein dan prolin.


Glukosa dapat diserap ke dalam darah secara langsung tanpa melalui berbagai proses, sebaliknya fruktosa harus diubah dulu menjadi komponen-komponen sederhana sebelum diserap tubuh. Karena madu pada umumnya terdiri dari fruktosa dan glukosa, madu mudah dicerna dan digunakan untuk keperluan sel, jaringan, dan organ-organ agar berfungsi normal.

Selain memiliki rasa manis, di dalam madu juga terdapat rasa asam. Tingkat keasaman (pH) madu sekitar 3,4-6,1. Nilai pH madu yang cukup rendah ini disebabkan oleh kandungan beberapa asam organik, yaitu asam glukonat, asetat, butirat, sitrat, format, laknat, malat, piroglutamat, dan asam suksinat.

Kandungan mineral dalam madu sangat beragam, tetapi kalium adalah kandungan mineral yang utama. Mineral lainnya adalah natrium, kalsium, magnesium, besi, tembaga, fosfor dan sulfur. Karena jumlah mineral dalam madu relatif sedikit, madu bukan merupakan sumber mineral utama bagi kebutuhan diet manusia. Akan tetapi banyaknya mineral dalam madu, mendekati jumlah yang terkandung di dalam darah manusia. Oleh karena itu, mineral madu merupakan sumber yang ideal bagi tubuh manusia.

Ada 5 jenis-jenis Madu :

Madu Floral
Madu floral adalah madu yang dihasilkan dari nektar bunga. Bila nektar bunga berasal dari beraneka ragam bunga, madu yang dihasilkan disebut madu polyfloral.

Honeydew Honey atau Madu Embun
Madu yang dihasilkan dari cairan hasil sekresi serangga hemipterous yang meletakkan gulanya pada bagian-bagian tanaman disebut madu embun.

Madu Tiruan
Semua madu yang dihasilkan dari makanan yang diolah tanpa lebah disebut madu tiruan. Madu tiruan dikonsumsi oleh orang yang alergi terhadap madu lebah, walaupun namanya madu tiruan, kandungan gizinya cukup baik dan menyehatkan. Madu tiruan dibuat dengan cara menggiling buah, menyaringnya lalu memekatkan sari buahnya dengan pemanasan dan mengemasnya.

Royal Jelly (Sari Madu)
Royal jeli merupakan hasil dari sekresi kelenjar lebah pekerja yang berisi protein, lemak, gula, garam mineral, vitamin B1, B2, B3, B5, B6, vitamin H, dan vitamin E. Sari madu atau royal jelly mengandung hormon gonadotropin yang dapat menstimulasi organ reproduksi lebah ratu dan mempercepat matangnya telur. Sari madu juga mengandung suatu zat antibiotik yaitu germisidin yang dapat mencegah pertumbuhan jamur dan mikroorganisme. Warna royal jelly putih seperti susu.

Bee Pollen
Tepung sari yang berasal dari berbagai jenis bunga yang dikumpulkan oleh lebah dan disimpan di dalam sarang sebagai bahan baku untuk pembuatan madu disebut bee pollen. Dengan berbagai teknik, serbuk sari tersebut dapat dipanen sebelum lebah mengolahnya menjadi madu.

Nah, konsumsilah madu mulai sekarang. Dan jangan menganggap madu itu hanya sebagai obat tradisional atau melihat harganya yang relatif mahal...hehehe.selamat mencoba:D

Artikel yang Berhubungan



1 Komentar:

Unknown 20 Juli 2009 pukul 16.11  

Penuaan dini, ingatan menurun, diliputi cemas

More info: http://www.surau.net/epromo_madu.html (gambar produk)
Direct order: http://www.surau.net/contactme/pesanmadu.htm (pesan, bayar, diantar)

Sebuah studi menemukan fakta bahwa madu berguna melawan efek penuaan, termasuk penurunan daya ingat dan kecemasan.

Penelitian yang diungkapkan oleh Lynne Chepulis dan Nicola Starkey dari Univesitas Waikato, di Hamilton, Selandia Baru, menemukan fakta bahwa pada tikus yang makanannya mengandung madu memiliki memori spasial lebih baik dan kurang cemas.

Kedua peneliti itu memberikan makanan mengandung 10% madu, 8% sukrosa, atau tidak mengandung gula selama 12 bulan.

Tikus-tikus tersebut baru berusia dua bulan pada awal studi, dan diperiksa setiap tiga bulan dengan menggunakan tes yang dirancang untuk mengukur kecemasan dan memori spasial.

Hasilnya menunjukkan bahwa tikus yang diberi makan madu menghabiskan waktu sebanyak hampir dua kali di bagian terbuka dari maze. Menurut peneliti, hal ini menunjukkan bahwa mereka kurang cemas.

Mereka juga lebih suka menghabiskan waktu di bagian baru maze berbentuk Y yang menunjukkan mereka mengetahui dari mana mereka sebelumnya, dan memiliki memori spasial yang lebih baik.

"Makanan yang diberi madu dapat bermanfaat dalam menurunkan kecemasan dan memperbaiki daya ingat selama penuaan," kata Starkey seperti dikutip inilah.com.

Para peneliti mengemukaan bahwa madu dapat meningkatkan daya ingat disebabkan aksi antioksidan yang dapat membantu mencegah proses perusakan sel oleh radikal bebas di dalam tubuh.

Sementara itu dalam sejarah farmakologi, manfaat atau khasiat dari madu memang sudah diketahui sejak lama. Sebelum tahun Masehi, madu sangat popular sebagai jenis minuman menyegarkan dan menyehatkan.

Pada masa ini madu sudah banyak dimanfaatkan manusia sebagai minuman kesehatan, pengobatan berbagai penyakit, pengawetan mayat.

Madu juga dianggap dapat memperpanjang umur manusia karena kalau dikonsumsi dalam kadar tertentu secara rutin menghasilkan kesehatan yang baik dan tetap awet muda.

Ibnu Sina (890-1037), bapak kedokteran dunia dan pemikir muslim terkemuka merupakan tokoh kedokteran yang mengulas banyak mengenai khasiat madu dari segi kesehatan dan dunia kedokteran.

Selama hidupnya, menurut kutipan dari webMd, Ibnu Sina banyak mengkonsumsi madu sehingga awet muda dan berumur panjang.

Madu, menurut Ibnu Sina, dapat menyembuhkan berbagai penyakit dari yang ringan sampai yang berat, seperti tekanan darah tinggi dan jantung. Madu juga dapat menurunkan suhu badan serta mengatur sekresi, sehingga dapat menghilangkan penyakit demam.

Penelitian terakhir yang dikeluarkan dari Universitas Moskow, menyatakan jika madu ternyata juga mengandung logam alumunium, boron, krom, tembaga, timbal, titanium, seng, asam organik, asetilkolin, hormon, antibiotik, zat antiracun serta zat antikanker.

Zat-zat ini sangat penting untuk memperlancar proses biokimia tubuh dan proses penyembuhan aneka penyakit. Sementara kandungan enzim dalam madu dilaporkan paling tinggi jika dibandingkan dengan mahanan lainnya.

Penelitian ini juga menyebutkan madu diyakini dapat menyembuhkan tukak lambung (maag), radang usus, serta kesulitan buang air besar (sembelit). Jadi sangat baik memang untuk mengkonsumsi madu dalam keseharian kita.

More info: http://www.surau.net/epromo_madu.html (gambar produk)
Direct order: http://www.surau.net/contactme/pesanmadu.htm (pesan, bayar, diantar)

Posting Komentar