Perbedaan antara Pemanasan dengan Peregangan!

Rabu, 22 Juli 2009

Pemanasan dan peregangan sangat perlu dilakukan sebelum berlatih atau berolahraga pada umumnya. Keduanya dapat berguna untuk memperbaiki performa, mencegah resiko cedera, melenturkan otot tubuh, bahkan hingga pencegahan penyakit-penyakit yang berkaitan dengan tulang(orthopedic).

Perbedaan mendasar antara pemanasan atau warm-up dengan peregangan atau stretching. Pemanasan sama sekali tidak sama dengan peregangan, namun keduanya mempunyai manfaat masing-masing. Berikut ini adalah penjelasan pemanasan dan peregangan menurut Dr. Nicholas DiNubile, M.D., seorang ahli bedah orthopedic spesialis ilmu kedokteran olahraga. Dr. Nick telah mendapat gelar salah satu "Best Doctors in America" dan "America's Top Surgeons." Ia melatih gerakan otot dan merawat cedera para atlit dan pelatih profesional hingga atlit kelas Olimpiade di tempat praktek pribadinya. Ia juga menjadi Orthopedic Consultant pada klub basket Philadelphia 76ers dan Pennsylvania Ballet. Dr. Nick juga mengajar para dokter dan ahli bedah muda di University of Pennsylvania, USA.

Pemanasan atau Warm-up dilakukan sebagai persiapan sebelum berlatih, berolahraga dan beraktivitas. Pemanasan menjadi semakin penting ketika usia kita bertambah, apalagi jika kita menderita cedera atau penyakit orthopedic lainnya. Pemanasan biasanya diselesaikan dengan kondisi tubuh sedikit berkeringat. Kondisi tersebut akan menaikkan temperatur tubuh sehingga jaringan otot-otot tubuh kita akan menjadi lebih elastis dan lentur akibatnya dapat mengurangi resiko cedera, keseleo atau kram otot. Otot-otot dan tendon (urat-urat daging) mempunyai sifat viscoelasticity. Maksudnya adalah otot dan tendon kita akan bereaksi berbeda pada kondisi temperatur tubuh yang berbeda pula, sifat fisik otot dan tendon sangat berbeda.

Ketika kondisinya dingin, maka keduanya menjadi mudah kaku dan tegang. Sebaliknya jika kondisinya menghangat maka otot dan tendon menjadi lebih elastis bagaikan tali bungee jumping. Berdasarkan sifat tersebut maka pemanasan sebelum berolahraga atau berlatih, sangatlah penting karena jika tidak Kondisi otot yang dingin akan mudah keseleo.

Pemanasan sangat mudah dilakukan agar tubuh bisa sedikit memanas dan berkeringat. Pemanasan biasanya dapat dilakukan dengan aktivitas kardiovaskular atau aerobik singkat seperti berlari di tempat, mengayuh stationary bike, atau dengan jumping jacks. Sekali saja kita dapat berkeringat akibat pemanasan, maka tubuh kita sudah lebih siap untuk berlatih, berolahraga atau beraktivitas.

Sementara itu peregangan atau stretching sangatlah berbeda. Jika diatas disebutkan bahwa kondisi otot yang dingin akan mudah keseleo (karena itu pemanasan sangat penting), maka kondisi otot atau kelompok otot yang tegang dan kaku juga akan mudah keseleo. Disinilah peran peregangan atau stretching menjadi penting. Peregangan memerlukan manuver atau gerakan yang bisa memperpanjang atau mengulur dengan lembut, dan hati-hati pada bagian otot serta tendon tubuh kita. Karena waktu yang sangat tepat untuk melakukan peregangan adalah setelah pemanasan yang cukup, kita juga dapat meregangkan otot yang kondisinya dingin. Namun kita harus lebih berhati-hati agar tidak terjadi keseleo berat, peregangan yang berlebihan malah mencederai otot kita lho…!

Peregangan dapat dilakukan dengan aman setiap hari dan harus melibatkan semua kelompok otot mayor (utama). Umumnya, orang-orang dewasa mempunyai empat titik otot tegang yang dapat diperkirakan sebelumnya. Empat titik tersebut adalah bahu bagian depan, punggung bagian bawah, otot-otot lutut, dan betis. Jika kita terlanjur mengalami otot yang tertarik atau bagian otot yang cedera, maka kemungkinan telah terjadi ketegangan otot di sekitar empat titik tadi. Salah satu cara yang baik untuk mengatasinya yaitu dengan meningkatkan fleksibilitas atau kelenturan, dan untuk menjadikan peregangan suatu gerakan yang menyenangkan adalah dengan mengikuti senam yoga.

Perlu kita tahu, bahwa kombinasi antara pemanasan dan peregangan banyak dibutuhkan sebelum kita melakukan aktivitas olahraga. Apalagi melibatkan pola gerakan yang mengangkat dan gerakan melompat atau melontar. Sebagai contohnya, jika kita akan melakukan angkat beban,bermain tennis, basket, atau bagi kita yang sering melakukan olahraga di akhir pekan saja (weekend warrior), maka baik pemanasan dan peregangan harus kita lakukan dahulu. Jangan lupa, peregangan juga penting dilakukan sesudah berolahraga atau setelah aktivitas kita yang berat. Bahkan misalnya ketika kita tiba di rumah setelah seharian beraktivitas yang melelahkan.

Tergantung pada jenis olahraga atau aktivitas kita, maka ada beberapa kelompok otot tertentu yang membutuhkan peregangan lebih lama. Misalnya, Jika anda melakukan latihan angkat beban, lakukan peregangan dengan mengangkat beban mulai dari yang ringan selama beberapa menit sampai kita sedikit berkeringat. Setelah itu baru yang berat dan awali dengan gerakan yang lambat. kita juga bisa mulai gerakan peregangan simpel yang terfokus pada otot atau kelompok otot yang penting dalam fitness seperti bagian tangan, dada, bahu, punggung, perut, paha dan betis. Jadi, Pilihlah jenis gerakan peregangan yang dapat mengendurkan bagian otot-otot tadi.

Seperti yang sudah kita ketahui, ada beberapa waktu yang tepat untuk melakukan peregangan. Peregangan bisa dilakukan sebelum dan sesudah kita melakukan aktivitas olahraga atau fitness, kita bisa melakukannya diantara sesi latihan yaitu pada saat ada istirahat kira-kira ±1 menit. Jika terlalu lama otot kita akan menjadi dingin kembali berarti kita seperti memulainya lagi dari awal. Nah, sebelum melanjutkan sesi latihan kita bisa gunakan peregangan atau stretching disela-sela waktu tersebut.

Nah, lakukanlah pemanasan terlebih dahulu dan kemudian disusul peregangan agar kita terhindar dari cedera otot.

Artikel yang Berhubungan



0 Komentar:

Posting Komentar