Cedera Olahraga

Kamis, 10 Juni 2010

Belakangan ini kesadaran akan pentingnya olah raga meningkat pesat. Fenomena ini dapat dilihat dengan bermunculannya pusat kebugaran di berbagai tempat strategis, seperti mal dan perkantoran. Cukup menggembirakan memang, mengingat betapa pentingnya olah raga untuk meningkatkan kesehatan. Namun sayangnya meningkatnya minat olah raga tersebut tidak disertai pengetahuan mengenai pencegahan cedera yang sangat mungkin terjadi saat berolah raga. Bahkan banyak pelaku olah raga tidak menyadari bahwa dirinya telah mengalami cedera. Beberapa penderita mengalami nyeri otot berkepanjangan yang menyebabkan terganggunya fungsi tubuh, misalnya nyeri otot paha belakang yang menyebabkan seseorang berjalan terpincang pincang, atau tidak dapat naik turun tangga karena nyeri. Maka dari itu kami merasa penting untuk melakukan sosialisasi mengenai pencegahan dan penanganan cedera olah raga yang tepat.
Bagaimana mencegah cedera olah raga?

Lakukan aktivitas peregangan sebelum dilakukan olah raga, terutama pada otot yang akan banyak bekerja pada jenis olah raga tertentu.
Lakukan teknik olah raga yang benar, misalnya pada tennis; gunakan raket yang sesuai dengan besar tangan anda, pada golf; lakukan gerakan mengayun dengan teknik yang benar, dan masih banyak ciri khas tiap jenis olah raga yang wajib dicermati sebelum dilakukan.
Gunakan perlengkapan yang diperlukan dengan benar, antara lain; sarung tangan yang tepat, sepatu yang sesuai untuk jenis olah raga, baju olah raga yang nyaman dan mampu menyerap keringat.
Sebaiknya tidak melakukan olah raga yang belum pernah dilakukan sebelumnya, dengan intensitas langsung berat dan dalam waktu lama.
Lakukan aktivitas peregangan kembali sesudah melakukan aktivitas olah raga.

Bagaimana mengenali terjadinya cedera olah raga?


Pasca olah raga sering terjadi nyeri otot normal yang dapat timbul segera setelah olah raga, atau 1-2 hari kemudian. Dalam keadaan normal, nyeri tersebut akan hilang sendiri dalam waktu kurang dari 7 hari. Namun pada pada cedera olah raga akan timbul nyeri berkepanjangan, yang jika dibiarkan akan menyebabkan gangguan fungsi gerak tubuh.

Apa saja jenis cedera olah raga?

Cedera tulang

Contoh: patah tulang kering atau tulang telapak kaki pada pelari jarak jauh, disebut juga fatigue fracture.


Cedera otot
Contoh: robekan otot yang sering terjadi pada otot paha bagian depan (sering terjadi pada sepak bola), atau otot betis (sering terjadi pada tennis)


Cedera sendi
Contoh: pengikat sendi (ligamen) yang teregang berlebihan atau bahkan putus yang mengakibatkan sendi yang terkena menjadi tidak stabil
Apa yang harus dilakukan bila terjadi cedera olah raga?

Pertolongan pertama pada cedera olah raga bertujuan untuk meminimalkan pembengkakan jaringan, dilakukan dengan cara sebagai berikut:

Kompres es pada area yang cedera selama 15-20 menit (jangan lebih), dapat diulang 3-4x/hari.

Membalut area yang cedera dengan bahan yang elastis, seperti elastic verband

Posisikan area yang cedera lebih tinggi dari letak jantung

Istirahatkan bagian tubuh yang cedera untuk sementara

Hubungi dokter Spesialis Kedokteran Fisik dan Rehabilitasi/Spesialis Ortopedi terdekat.

sumber : Rachmawati

Artikel yang Berhubungan



0 Komentar:

Posting Komentar